Minggu, 09 Juni 2013

Perbandingan Suzuki Ertiga dengan Toyota Avanza


Perbandingan Suzuki Ertiga dengan Toyota Avanza

Suzuki Ertiga
Suzuki Ertiga baru saja diluncurkan, memang peluncurannya tidak tanggung-tanggung, sama seperti ketika Suzuki meluncurkan APV beberapa saat setelah Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia diluncurkan pada tahun 2004. Kini Suzuki juga melakukan hal serupa dengan memboyong Ertiga ke pasar Indonesia yang sangat didominasi oleh mobil dengan model seperti ini. Yaitu model mobil yang mampu menampung 7 penumpang dengan desain yang cantik dan harga yang terjangkau.
avanza veloz
Lawan sejati dari Ertiga ini adalah tidak lain Toyota Avanza. Sebelum anda memutuskan untuk membeli Suzuki Ertiga dan Avanza ada baiknya menyimak beberapa hal komparasi yang dapat anda simak di artikel berikut:
1. Dimensi
Ertiga memiliki keseluruhan panjang 4.265 mm, lebar 1.695 mm dengan tinggi 1.685 mm. Sedangkan Avanza terbaru memiliki ukuran panjang keseluruhan sepanjang 4.120, lebar 1.635 dan tinggi 1.695. Sehingga dapat disimpulkan model Avanza baru dan Ertiga memiliki kesamaan, hanya terpaut dari 1 centimeter saja antara kedua mobil ini. Semakin menarik bagi Ertiga untuk menyaingi Avanza dengan modal dimensi yang lebih panjang dan lebar sedikit dari Avanza.
2. Mesin
Dari segi mesin, Ertiga memiliki mesin 1.400 cc empat silinder segaris yang sudah dilengkapi dengan Multi Point Injection sehingga dapat menyemburkan tenaga hingga 95 PS pada 6.000 Rpm. Sedangkan Avanza memiliki 2 pilihan mesin antara 1.300 cc dan 1.500 cc yang sudah dibagi ke berbagai platform mobil Toyota dan Daihatsu Lainnya. Mesin Avanza 1.300 cc memiliki daya sebesar 92 PS pada 6.000 Rom, hanya terpaut 3 hp dari mesin Suzuki yang memiliki perbedaan 100 cc. Mungkin ini disebabkan karena Avanza memiliki teknologi Variable Valve Timing – intelegent atau vvt-i yang mengatur buka tutup katup secara elektronik untuk pembakaran maksimal. Sedangkan untuk tipe mesin 1.500 cc Toyota Avanza memiliki tenaga hingga 109 HP yang sangat bagik untuk melahap tanjakan.
3. Bobot
Bicara tentang performa dan irit-iritan bahan bakar tidak selalu identik dengan mesin, Bobot mobil juga turut mempengaruhi kedua hal tersebut. Suzuki Ertiga dengan desain baru memiliki plat bodi lebih tebal dibandingkan dengan Avanza. Untuk tipe GA yang paling standar Suzuki Ertiga memiliki bobot 1.160 kilogram dan untuk tipe yang paling mutakhir yaitu GX memiliki bobot 20 kilogram lebih berat. Berbeda dengan Avanza yang memiliki bodi tipis hanya 1.45 kilogram atau 100 kilogram lebih ringan dibanding Ertiga.
4. Kenyamanan
Kenyamana Ertiga tidak perlu diragukan lagi, dengan menggunakan basis model Suzuki Swift yang menggunakan sasis monokok dan penggerak roda depan, Suzuki Ertiga lebih nyaman untuk melewati jalan berlubang, dan dari bodi yang tebal turut menentukan tingkat kesenyapan kabin. Berbeda dengan Avanza yang dibekali sasis Ladder frame yang tidak senyaman sasis monokok.
5. Ketangguhan.
Sasis dan jenis penggerak mobil turut menentukan ketangguhan mobil dalam menghadapi medan. Toyora Avanza diatas kertas jauh lebih baik untuk uji ketangguhan karena memiliki sasis ladder frame dan penggerak roda belakang yang berguna untuk mendukung mobil dalam menanjak. Sedangkan sasis monokok yang dimiliki Ertiga lebih cocok untuk penggunaan dalam kota dan penggerak roda depan mendukung akselerasi namun tidak baik untuk menanjak daerah perbukitan.
6. Fitur
Fitur Ertiga lebih kaya dibandingkan dengan Toyota Avanza mulai dari Dashboard hingga sistem audio yang di desain indash yang mampu dikontrol dari kemudi. Dengan harga yang sama dengan Avanza tipe G kita dapat menikmati apa yang didapatkan fitur Avanza Veloz yang memiliki harga jauh lebih mahal. Untuk itu jika anda merasa bosan dengan model dashboard Avanza yang terkesan seadanya. Suzuki Ertiga memiliki model yang jauh lebih mewah dan lebih baik.
Dari 6 poin diatas dapat kita lihat bahwa sesungguhnya memilih Avanza dan Ertiga kembali kepada kebutuhan masing-masing. Jika anda membutuhkan mobil untuk keperluan dalam kota Suzuki Ertiga lebih baik dibandingkan dengan Avanza, sebaliknya jika anda membutuhkan mobil yang lebih tangguh untuk dibawa keluar kota nampaknya pilihan anda baiknya kepada Toyota Avanza dibandingkan dengan Suzuki Ertiga

Nih, Spesifikasi Komplit Honda Brio

image
BAGAIMANA peforma dan spesifikasi Honda Brio, yang bakal menjadi mobil termurah Honda? Kehadiran Brio yang diharap menjadi penyempurna Honda Jazz, rupanya tak main-main.
Brio lebih dulu dipasarkan di Thailand dengan harga Rp 115 jutaan. Ukuran mobil ini sangat kompak, berdimensi 3.610x1.680x1.485 mm. Terasa mungil sehingga anggun dalam bermanuver, nyaman parkir di tempat sempit dan mudah dikendalikan.
Menggunakan mesin 1.200 cc i-VTEC, 4 silinder, mampu memompa tenaga hingga 90 dk atau terbesar dibandingkan rivalnya di kelas city car.Tingkat konsumsi bahan bakar Brio juga diklaim sangat irit, yakni lima liter untuk 100 kilometer (standaremisi Euro 4).
Untuk transmisi, Brio menggunakan continuously variable transmission (CVT) dan teknologi Honda’s G-Force Control (GCON). Dilengkapi pula dengan dual SRS front airbags, disc brakes, anti-lock brake system (ABS), electronic brake distribution (EBD),serta fitur immobilizer.
Di India mobil ini dijual seharga 395.000 rupee atau sekitar Rp 71,2 juta, hampir sama dengan Toyota Liva yang dibanderol Rp 71 juta. Namun jika dibandingkan dengan Nissan March harganya lebih murah. March tipe terendah di India mencapai Rp 72,6 juta.
Honda Brio di India tersedia dalam beberapa tipe, yakni tipe S dan V yang masing-masing tersedia dalam transmisi manual lima kecepatan. Sedangkan khusus tipe V disediakan pilihan transmisi CVT otomatis.
Honda Brio diklaim sebagai mobil ramah lingkungan dan irit bahan bakar. Dari hasil uji yang dilakukan Honda, Brio ini dapat menghabiskan bahan bakar sebanyak satu liter untuk menempuh jarak 20 km.
Produsen mobil Honda memastikan akan merakit Honda Brio di Indonesia. Untuk itu, mobil kecil ini dipastikan akan segera dijual ke pasar mobil nasional. Kemungkinan sebelum bulan September 2012 mobil ini sudah akan ada di showroom Honda.
Bagan info spesifikasi:
-->Ukuran panjang, lebar, dan tingginya 3.610 mm × 1.680 mm × 1.485 mm serta bermesin 1,2 liter dan menghasilkan tenaga 90 PS.
-->Dua kantong pengaman SRS untuk pengemudi dan penumpang depan, anti-lock braking system (ABS)
-->electronic brakeforce distribution (EBD)
-->Transmisi CVT (otomatis) dan manual 5-percepatan.
-->hatchback 5-pintu
-->mesin i-VTEC 4 silinder berkapasitas 1.200 cc
-->tenaga sebesar 90 hp pada putaran mesin setinggi 6.000 rpm dan torsi sebesar 110 nm pada 4800 rpm
dari berbagai sumber

Sabtu, 08 Juni 2013

Spesifikasi Mobil Mewah Mercedes-Benz ML350


Spesifikasi Mobil Mewah Mercedes-Benz ML350

Mobil Mewah Mercedes-Benz ML350Berikut adalah spesifikasi serta harga dari salah satu model dari mercedes-benz mobil mewah terbaik indonesia, yaitu model terbaru ML350, dan mungkin memang benar kata orang bahwa Mercedes-Benz Indonesia adalah mobil mewah terbaik 2011

Mungkin untuk beberapa atau sebagian orang, model SUV 4 x 4 mewah adalah sebagai sesuatu yang mubazir, Karena masa SUV mewah dibawa off-road ke jalanan rusak yang bisa mengotori mobil. Mungkin begitu pikiran mereka.

Akan tetapi kenyataanya produsen Mercedes-Benz Jerman sendiri mengabaikan hal itu, lewat Mercedes-Benz ML350, Mercy menawarkan pilihannya, tak tanggung-tanggung 2 varian sekaligus, Grand Edition (varian dengan harga paling mahal) dan Sport yang diluncurkan beberapa waktu lalu.

Mobil Mewah Mercedes-Benz ML350 ini harganya adalah Rp 1.2 miliar, dan sempat kami coba kehandalannya. Mulai dari jalanan ibukota Jakarta sampai luar kota yang becek dan berlubang di sana-sini.

Bagaimana penampilannya?

Dari sisi penampilan atau tampang, pertama kali melihatnya, mobil Mercy ini sangat kokoh, tinggi dan besar, mobil lain pun terasa imut jika dibandingkan dengan SUV ini. Kesan sporty terlihat pada grille besar dan bemper bawah yang dilapisi krom. Pelek alloy 19 incinya juga menambah kokoh Mercy ML350.

Sedangkan dilihat dari sisi belakang pun tampang Mercedes-Benz ML350 ini terlihat kokoh dan kekar dengan penambahan muffler ganda yang juga berlabur krom. Sementara di atas, ada roofrail yang menambah cita rasa sporty. Nuansa sporty di luar seperti terbalik dengan suasana kabinnya. Awalnya kami tidak menyangkanya, namun setelah masuk ke dalamnya, sangat terasa nuansa mewah dengan beberapa penambahan material kayu pada interiornya.

Sementara jok berbalut kulit berkualitas tinggi siap menemani Anda. Atapnya juga bisa Anda geser secara elektrik sehingga bisa menikmati birunya langit.

Selain mewah, kesan yang muncul adalah suasana lega. Bagasinya pun termasuk yang super luas.

Langsung saja mesin V6 3.500 cc dinyalakan. Anda tidak akan menemukan tongkat transmisi di tengah kabin. Tongkat ini berpindah ke sebelah kanan setir. Cukup unik mengingatkan kami kepada mobil keluaran zaman dulu.

Namun fungsinya modern, untuk gigi R, pindahkan ke atas, sedang D pindahkan ke bawah. Sedangkan posisi P, Anda harus mendorong tuas ke arah dalam (ke arah setir).

Meski termasuk mobil berukuran besar, akselerasinya spontan, kami mencatat untuk melaju dari 0-100 km per jam mobil ini hanya membutuhkan 8 detik saja.

Sayang kami tidak sempat mengetes topspeednya, namun Mercy mengklaim mobil ini bisa melaju sampai 225 km per jam. Cruise control bisa Anda aktifkan dengan menekan tuas di sebelah kiri setir.

Suspensinya juga tergolong lembut untuk sebuah SUV. Di jalan berlubang pun mobil tetap nyaman meski kendaraan dipacu dalam kecepatan cukup tinggi. Mercy sepertinya ingin mempertahankan citra sedan pada sebuah SUV.

Di perkotaan yang macet, karena memiliki kapasitas mesin besar, mobil ini tergolong rakus BBM, angkanya 1:5. Namun jika Anda membawa mobil dalam laju konstan di jalan tol, Anda bisa mendapatkan angka konsumsi 1:10.

Singkatnya, mobil ini powerful, mewah, nyaman, lega, dan boros. Tetapi boros BBM tentu bukan masalah bagi Anda yang berani bermain offroad dengan mobil miliaran bukan?

Spesifikasi Mesin
  • Silinder V6
  • Displacement 3.498 cc
  • Daya 272 hp pada 6.000 rpm
  • Torsi 350 Nm pada 2.400-5.000 rpm
  • Kompresi 10,7:1
  • Permanent 4wheeldrive
  • Transmisi 7G-Tronic
Performa
  • 0-100 km/jam 8 detik
  • Kecepatan maksimum (klaim Mercy) 225 km per jam
  • Konsumsi BBM dalam kota: 1:5
  • Konsumsi BBM luar kota 1:10
Dimensi
  • Panjang 4,781 meter
  • Wheelbace 2,915 meter
  • Lebar 2,124 meter
  • Tinggi 1,815 meter
  • Roda 275/55 R 19
Poin plus:
  • Akselerasi spontan
  • Mewah dan lega
Poin minus:
  • Boros BBM

BMW Optimis Perkembangan Pasar Mobil Diesel Premium Indonesia



Jakarta - Meski belum didukung pengadaan bahan bakar yang baik, serta melekatnya stigma masyarakat Indonesia mengenai mobil diesel yang berisik, bergetar dan berasap, namun tak menghalangi PT BMW Indonesia untuk mendatangkan varian-varian dieselnya.
Bahkan pabrikan asal Jerman ini merasa optimis jika pasar mobil diesel premium di Indonesia akan terus berkembang.

"Varian diesel adalah model penting bagi BMW. Kontribusinya mencapai 12 persen dari semua penjualan BMW Indonesia. Dengan model baru ini, kami optimis penjualan dapat semakin baik. Karena 320d merupakan bagian dari Seri-3 yang menjadi backbone penjualan di Indonesia dengan 35 persen," ujar Ramesh Divyanathan, Presiden Direktur BMW Indonesia pada Jumat (7/6).

Lebih jauh, dirinya menyatakan jika 320d  menawarkan sesuatu yang beda. Tak hanya tentang power tapi juga efisiensi. "Kemampuannya 
45 persen lebih irit dan 34 persen torsi lebih besar dari bensin," paparnya.

Hal senada juga diungkapkan Jodie Otania, Head Communication BMW Indonesia. "Perkembangan diesel premium di Indonesia akan sukses. Apalagi 320d yang diplot sebagai satu-satunya sedan sport premium bermesin diesel hadir tanpa pesaing. Saat ini penjualan tipe diesel dari Januari sampai Mei menggembirakan. Dimana tipe X3 20d terjual 44 unit dan 520d 40 unit. Sementara total penjualan tercatat 1088 unit," tutupnya. (mobil.otomotifnet.com)

Sejarah Mobil Avanza

Jakarta, BosMobil.com - Cikal bakal kelahiran Toyota Avanza ternyata berasal dari niatan Toyota Astra Motor untuk menghadirkan mobil yang mampu menjawab keinginan masyarakat yang menyukai Toyota Kijang, namun dengan harga yang lebih murah. Berangkat dari sana, diciptakanlah Toyota Avanza yang memiliki cita rasa Kijang namun harga yang bukan Kijang.
Jakarta, BosMobil.com - Cikal bakal kelahiran Toyota Avanza ternyata berasal dari niatan Toyota Astra Motor untuk menghadirkan mobil yang mampu menjawab keinginan masyarakat yang menyukai Toyota Kijang, namun dengan harga yang lebih murah. Berangkat dari sana, diciptakanlah Toyota Avanza yang memiliki cita rasa Kijang namun harga yang bukan Kijang.
Toyota Avanza
Hal ini disampaikan oleh Johnny Darmawan, Presiden Direktur PT. Toyota Astra Motor disela-sela peluncuran Toyota Avanza dengan dual airbags. “Pada saat itu, banyak masyarakat yang menginginkan Kijang, namun Kijang ternyata harganya sudah terlampau tinggi,” ungkapnya Johnny.
Ia pun akhirnya meminta principal di Jepang agar dibuatkan sebuah mobil dengan cita rasa Kijang namun dengan harga yang lebih terjangkau. “Kami kan tidak bisa membuat mobil sendiri. Karena itu kami meminta principal untuk membangun sebuah mobil namun cita rasanya masih tetap sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Maka lahirlah Toyota Avanza pada tahun 2004 dan berhasil menjadi tulang punggung penjualan Toyota hanya dalam waktu singkat. “Untuk penamaannya sendiri, kami berusaha untuk mengunakan nama dari Indonesia. Beberapa nama hewan asal Indonesia sudah dicoba tapi tidak ada yang cocok, akhirnya kami memilih nama Avanza yang berasal dari kata Avanzato yang artinya maju dalam bahasa Italia,” ungkapnya.
Penggunaan nama ini pun berhasil membawa Toyota Avanza ke kancah internasional. “Nama ini cukup mudah untuk dikenal di dunia internasional. Sehingga ini cukup membuat Toyota Avanza dikenal di beberapa negara selain Indonesia,” pungkas Johnny.

Hal ini disampaikan oleh Johnny Darmawan, Presiden Direktur PT. Toyota Astra Motor disela-sela peluncuran Toyota Avanza dengan dual airbags. “Pada saat itu, banyak masyarakat yang menginginkan Kijang, namun Kijang ternyata harganya sudah terlampau tinggi,” ungkapnya Johnny.
Ia pun akhirnya meminta principal di Jepang agar dibuatkan sebuah mobil dengan cita rasa Kijang namun dengan harga yang lebih terjangkau. “Kami kan tidak bisa membuat mobil sendiri. Karena itu kami meminta principal untuk membangun sebuah mobil namun cita rasanya masih tetap sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Maka lahirlah Toyota Avanza pada tahun 2004 dan berhasil menjadi tulang punggung penjualan Toyota hanya dalam waktu singkat. “Untuk penamaannya sendiri, kami berusaha untuk mengunakan nama dari Indonesia. Beberapa nama hewan asal Indonesia sudah dicoba tapi tidak ada yang cocok, akhirnya kami memilih nama Avanza yang berasal dari kata Avanzato yang artinya maju dalam bahasa Italia,” ungkapnya.
Penggunaan nama ini pun berhasil membawa Toyota Avanza ke kancah internasional. “Nama ini cukup mudah untuk dikenal di dunia internasional. Sehingga ini cukup membuat Toyota Avanza dikenal di beberapa negara selain Indonesia,” pungkas Johnny.

Sejarah mobil nasional Indonesia

Sejarah mobil nasional Indonesia, sungguh ironis dengan dunia otomotif tanah air. Setelah 40 tahun lebih kita masih belum bisa mencipkan mobil yang layak disebut sebagai kendaraan kebangsaan bangsa. Berikut beberapa mobnas yang masih berupa embrio, lahir prematur dan bahkan sudah lahir tapi mengalami cacat bawaan sehingga tidak berkembang sesuai harapan. Apa sebenarnya yang salah ? tulisan pertama dari 2 tulisan

1. Kancil
KANCIL bukan sedan. Tetapi KANCIL bisa dikembangkan menjadi kendaraan penumpang untuk layak disebut sedan. Tanpa pretensi untuk menjadi mobil nasional, Kendaraan Angkutan Niaga Cilik Irit Lincah (disingkat KANCIL) adalah kendaraan yang didesign, dibuat dan dipasarkan oleh PT. Kurnia Abadi Niaga Citra Indah Lestari (disingkat KANCIL juga).
KANCIL sengaja dirancang dengan sasaran sama besar dengan setoran harian Bajaj. Target harga yang jelas bahwa dengan cicilan sebesar 30 ribu rupiah sehari, KANCIL harus bisa kasih take home pay 1 juta rupiah kepada pengemudinya, setoran kepada pemilik dan bisa mendanai operasional dan perawatan agar bisa produktif. Sebagai alat usaha KANCIL direncanakan agar bawa berkah bagi semua pihak. Pengendalian terhadap cost  ini yang membatasi kenyamanan yang diterapkan di kendaraan KANCIL. Jadi, maunya jadi kendaraan murah masuk dari pasar bawah

Karena sederhana, KANCIL lebih cocok dipakai untuk kendaraan niaga. Mobil delivery van, pick-up, mobil toko, ambulans, mobil pelayanan telepon, PAM, kendaraan di resort pariwisata dan sebagainya. Kendaraan utility seperti itu dimanapun bisa bertahan melawan ancaman raksasa industri mobil.

2. Perkasa
Truk Perkasa sesuai namannya memang perkasa. Sayangnya karena tersandung persoalan, pabrik itu tak bisa memaksimalkan produksinya. Pabrik truk yang sebetulnya bukan melulu membuat truk itu merupakan industri hulu hingga hilir yang mampu membuat segala perkakas hingga mesin perang jika dikehendaki. Tapi ketika “dikandangkan” oleh BPPN, pabrik itu seperti mati enggan, hidup tak mau.

Pabrik yang berlokasi pabrik di Desa Karang Mukti, Subang, Jawa Barat belum lama ini suasana layaknya sebuah industri tak terlihat. Tapi bukan berarti industri tersebut mati total. “Kami masih membuat truk dan bus berdasarkan pesanan. Dan itu semua permintaan dari negera-negara tetangga,” ujar Ben Sinivasan, Direktur Utama PT Wahana Perkasa Autojaya, anak perusahaan Group Texmaco.

Ditambahkan Ben, walau tidak banyak unit yang diekpor ke negara pemesan, namun sejak diluncurkan pertengahan tahun 1998, Perkasa baru dipakai TNI, Polri, serta sejumlah kecil perusahaan jasa transportasi yang sudah menggunakan.  Truk dengan kandungan lokal lebih dari 90 persen, menurut Ben, memiliki performa terbaik.

Karena perusahaan tersebut kini di-BPPN-kan, sehingga tak berkutik untuk unjuk gigi., padahal kemampuan yang dimiliki, menurut banyak pengamat, sungguh luar biasa. Pabrik tersebut mampu membuat alat pertanian, mobil murah, bahkan kendaraan militer (ranmil), kendaraan taktis (rantis), bahkan panser sekalipun. Rasanya tak ada yang salah dalam truk ini tapi mengapa terpinggirkan di negeri sendiri?

3. Maesa PT 44
Rantis (Kendaraan Taktis) MAESA PT44 buatan asli putra Indonesia ini, dirancang sebagai kendaraan angkut personel dan artileri carier yang mampu bermanuver di segala medan. Salah satu perancangnya, Mr. Sharsono, perancang ISS (Independent Suspension System) dan rangka dan  chasis memberikan keterangan seputar rantis hasil rancangannya.




4. Beta 97
Grup Bakrie pun pernah menyiapkan mobil tahun 1994, Grup Bakrie melalui Bakrie Brothers menggugah sebuah mobil nasional terbaru Indonesia. Rancangannya berjenis MPV, mobil yang dinamakan Beta 97 MPV ini memiliki desain orisinal buatan rumah desain Shado asal Inggris, bahkan satu unit mobil contoh pun sudah dibuat dan diuji coba di sana.
Pada bulan April 1995 disain Beta 97 MPV pun telag selesai dan mulai diperlihatkan ke manajemen Bakrie dan setelah itu, desain tersebut pun langsung dikembangkan hingga prototipe mobil ini selesai di tahun 1997. namun belum sempat keluar lagi-lagi tersandung krisis moneter tahun 1998 sehingga proyek tersebut tidak jadi dilanjutkan.

5. Morina
Thn 1970 an, sebuah perusahaan swasta PT Garmak motor memproduksi kendaraan komersil dengan merek MORINA (MObil RAkyat INdonesiA) dengan nilai kandunfan lokal 60%. Targetnya adalah masyarakat menengah bawah di pedesaan dengan langkah lanjut menyaingi Toyota Kijang nya Astra yang saat itu masih CKD, dengan slogan higher local content. Morina menggunakan motor penggerak dan transmisi Vauxhall (GM nya Inggris) dan struktur lokal. Bentuknya jauh dari cantik karena bodinya hanya menggunakan steel press tanpa moulding (lebih mirip panser daripada Toyota Kijang yang sudah lebih cantik body nya). Namun demikian, prototype Morina lulus uji coba trans-Jawa dengan baik, dan dapat ijin utk dipasarkan di Indonesia. 

Setelah launch di Djakarta Fair (masih di Monas) Morina mulai dipasarkan dan diproduksi beberapa ratus unit dengan konfigurasi pickup dan station wagon namun sayang, Morina hanyamampu bertahan 5 tahun dan akhirnya dihentikan produksinya mimpi yang tidak kesampaian  menyaingi Toyota Kijang.

6. Wakaba
Pengembangan mobil WAKABA singkatan dari Wahana Karya Bangsa ini dilakukan di Universitas Pasundan dengan melibatkan tiga orang peneliti dan 12 mahasiswa universitas Pasundan. Dana pengembangannya selain dari Pemda Jawa Barat, juga dari kementrian ristek serta Unpas dan Working Group yang menghabiskan dana sekitar  Rp 200 juta. 

Mobil kecil itu bermesin bensin 500 cc. Mesin yang dipakai mesin buatan BPPT Kemetrian Riset dan Teknologi, dengan tingkat kecepatan yang low speed.

 7. Anoa





Banyak sekali yang telah dihasilkan PT Pindad seperti senapan, kendaraan taktis, tank serta aneka macam alutsista.  Salah satu yang menarik yaitu Produk Panser 6×6 Anoa Pindad. Tank Panser ini disebut juga Anoa APS (Angkut Personel Sedang).  Nama Anoa diambil dari salah satu nama hewan yang ada di Indonesia.  Panser ini sendiri sudah sejak tahun 2006 diproduksi.

Panser 6X6 Pindad merupakan kendaraan tempur pengangkut personel dengan sistem penggerak roda simetris yang dirancang khusus untuk TNI AD, khususnya kavaleri. Panser dapat mengangkut 10 personel dengan tiga kru, satu komandan, dan satu “gunner”. Panser juga dilengkapi dengan “mounting” senjata 12,7 mm yang dapat berputar 360 derajat.

Panser 6×6 Anoa Pindad sudah digunakan oleh TNI kita serta beberapa negara lainnya.  kabar terakhir TNI AD memesan 154 jenis tank ini.  Kemudian Negara Malaysia memesan 32 buah, serta beberapa negara lain yang tertarik seperti Oman, Bangladesh dan Nepal.

Sejarah Ditemukannya Mobil

Di jaman yang sudah maju dan modern ini berbagai jenis mobil sudah berhasil dibuat oleh manusia. Dari yang berbahan bakar bensin, hingga yang berbahan bakar listrik bahkan panas dari cahaya matahari. Pengen tahu ga, sebenarnya siapa sih yang pertama kali mempunyai ide untuk menciptakan mobil? Nah, mari kita simak penjelasan di bawah ini.

Mobil pertama kali ditemukan oleh Nicolas-Joseph Cugnot yang berasal dari Prancis pada tahun 1769. Cugnot terinspirasi saat melihat bentuk kereta kuda yang dilengkapi dengan ban. Kemudian Cugnot mencoba untuk membuat kendaraan yang bergerak dengan mesin uap. Pada tahun 1801, penemuan Cugnot ini diteruskan oleh warga Britania bernama Richard Trevithick.

Kendaraan mesin uap mengalami perkembangan lebih pesat saat dikembangkan oleh Lunar Society, di Brimingham, Inggris. Carl Benz dari Mannheim merupakan pembuat mobil pertama yang menggunakan bahan bakar bensin pada tahun 1886. Kemudian di waktu yang hampir bersamaan Gottlieb Daimler dan Wilhelm Maybach dari Sttugart juga membuat mobil dengan bahan bakar bensin. Namun, Benz terlebih dahulu menyelesaikan penemuan itu dan mempatenkan penemuan tersebut pada tahun 1879.

Pada 5 November 1895, AS memberikan hak paten kepada George B. Selden untuk mesin mobil dua-stroke. Penerobosan spektakuler ini juga dilakukan oleh Berta Benz pada 1888. Untuk beberapa dekade, mesin-uap, listrik, dan bensin saling bersaing. Pada tahun 1902 Oldsmobil memproduksi mobil dengan harga terjangkau dalam skala besar, dan kemudian dikembangkan besar-besaran oleh Henry Ford pada 1910an.

Perkembangan teknologi otomotif sangat pesat pada periode 1900 sampai ke pertengahan 1920an. Hal ini disebabkan oleh banyaknya pembuat mobil kecil yang saling berkompetisi untuk meraih perhatian dunia. Pada tahun 1930-an jumlah produsen mobil berkurang drastis. Barulah pada tahun 1960-an saat harga barang-barang elektronik cukup murah untuk diproduksi massal, mobil dan berbagai inovasi berkembang kembali.

Dari berbagai sumber